Saturday, October 6, 2012

Pelarian-ebook master



Nathan tertarik. Ia tidak menduga ada gadis selain Alviorita yang pandai memanjat pohon. Nathan menengadahkan kepalanya ke atas pohon dan terkejut.

Seorang gadis berambut hitam duduk di sebatang pohon. Gadis itu memandang ke bawah.
Melihat mata hijau itu memandang terkejut dirinya, Nathan tidak meragukan lagi apa yang dilihatnya.
Gadis itu adalah Alviorita!
Alviorita memandang lekat-lekat wajah Nathan. “Mengapa engkau sangat memperhatikan aku? Aku yakin engkau bukan saudaraku.”

Negeri lima Menara-ebook master

Penulis: A. Fuadi
Novel versi pdf


Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan "mantera" sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Friday, October 5, 2012

Kumpulan Cerpen Cinta-ebook master

Novel versi pdf

“Lho, iya. Manusia itu diciptakan untuk berpasangan. Berarti sebenarnya jodoh kamu itu sudah ada, cuma siapa…? Itu yang kita belum tahu.”

Hmm,,, dalam ebook ini berisi lima buah cerpen roman karya pengarang-pengarang yang sudah malang melintang di majalah-majalah atau tabloid remaja.

Maryamah Karpov Full-ebook master

Penulis: Andrea Hirata
Novel versi pdf


"Jika dulu aku tak menegakkan sumpah untuk sekolah setinggi-tingginya demi martabat ayahku, aku dapat melihat diriku dengan terang sore ini; sedang berdiri dengan tubuh hitam kumal, yang kelihatan hanya mataku, memegang sekop menghadap gunungan timah, mengumpulkan napas, menghela tenaga, mencedokinya dari pukul delapan pagi sampai magrib, menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kepada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku. Atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani."


Jalan Panjang Memupus Kedukaan-ebook master

Penulis: Joan Didion
Novel versi digibook

"Membaca karya ini, seperti mengarungi petualangan ke sebuah tempat yang tak seorang pun bisa bayangkan sungguh-sungguh ada di sana." — The Washington Post

"Buku Didion ini mendebarkan… sebuah buku yang hidup, tajam, dan tak terlupakan." — The New York Times "Sebuah tindakan berani yang sempurna, sang penulis tahu bahwa penjelasannya mengizinkan kita untuk tahu apa yang ada dalam pikirannya saat diselimuti kabut kedukaan." — TIME Magazine